jump to navigation

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN NAPZA 9 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Interna.
trackback

Pengertian

Narkoba yang juga sering disebut NAPZA adalah singkatan dari Narkotika dan obat-obatan terlarang yang sering  disalahgunakan. Penyalahgunaan obat adalah: Pemakaian di luar indikasi medik, tanpa petunjuk/resep dokter, pemakaian sendiri secara relatif teratur sekurang-kurangnya selama satu bulan.

Etiologi.

Obat atau zat yang sering disalah gunakan adalah obat alkohol, Benzodiazepin, Mariyuana,  Amfetamin, Kokain, Opium, Heroin, Morpin dll.

Semua jenis obat tersebut dapat mengakibatkan gangguan mental yang disebabkan oleh efek langsung dari dari zat tersebut terhadap susunan saraf pusat.

Faktor Predisposisi

Alasan pengguna NAPZA ini berbeda-beda dengan latar belakang individu dan lingkungan.

Faktor individu

-          Rasa ingin tahu yang kuat dan ingin mencoba

-          Bersikap tidak tegas terhadap tawaran/ pengaruh teman sebaya.

-          Penilaian diri negatif ( Low self esteem) seperti merasa kurang mampu dalam pelajaran, pergaulan, penampilan diri dan status sosial ekonomi yang rendah.

-          Kurang rasa percaya diri (Low self confidence)

-          Mengurangi rasa tidak enak/sakit

-          Sikap memberontak terhadap peraturan

-          Identifikasi diri yang kabur akibat proses identifikasi denga orang tua/pasangan hidup yang berjalan kurang baik

-          Depresi, dan cemas

-          Kepribadian dissosial ( perilaku menyimpang dari norma yang berlaku)

-          Kurang menghayati ajaran agama

Faktor lingkungan

-          Mudah memperoleh zat NAPZA

-          Komunikasi keluarga yang tidak efektif

-          Hubungan antar orang tua yang tidak harmonis

-          Orang tua atau anggota keluarga lainnya pengguna NAPZA

-          Berteman dengan pengguna NAPZA

-          Penghargaan sosial dari lingkungan yang kurang

Klasifikasi pemakai napza

  1. Pemakai coba-coba (experiment use)
  2. Pemakai sosial (Social use)

Pemakai yang bertujuan hanya untuk bersenang-senang.

  1. Pemakai situasional, pemakaian pada saat mengalami keadaan tertentu (ketegangan, kesedihan atau kekecewaan)
  2. Penyalahgunaan (abuse), pemakaian sebagai suatu pola penggunaanyang bersifat patologis/menyimpang minimal satu bulan lamanya dan telah terjadi gangguan fungsi sosial atau pekerjaan
  3. Ketergantungan (Dependence), telah terjadi toleransi dan gejala putus zat bila pemakai zat dihentikan atau dikurangi

Tanda-tanda umum pengguna NAPZA

  1. Perubahan fisik:

-          Badan kurus

-          Tanpak mengantuk

-          Mata merah dan cekung

-          Bekas suntikan atau gorena pada lengan dan kaki

  1. Perubahan perilaku

-          Emosi labil

-          Takut sinar/air

-          Menyendiri

-          Bohong/mencuri

-          Menjual barang

-          Pergi tanpa pamit

-          Halusinasi

-          Paranoid

Tanda-tanda klinis dari penggunaan NAPZA

  1. Yang berefk depresan ( menghambat fungsi syaraf)

-          Berbicara kacau

-          Tidak dapat mengendalikan diri

-          Tingkah laku seperti mabuk tetapi tanpa berbau minuman beralkohol

-          Akibat kelebihan pemakaian akan menyebabkan : nafas tersengal-sengal, kulit lembab dan dingin, pupil mata mengecil, denyut nadi cepat dan lemah , kesadaran menurun danbisa berkibat lebih parah sampai meninggal dunia.

-          gejala putus obat seperti gelisah, sukar tidur, mengigau, tertawa tidak wajar .

  1. Penyalahgunaan yang berefek stimultan (mengaktifkan fngsi syaraf)

-          Lebih waspada, bergairah, eporia, pupil mata meebar, denyut nadi meningkat, susah tidur nafsu makan hilang

-          Kelebihan pemakaian mengakibatkan gelisah, suhu badan naik, suka berhayal, tertawa tidak wajar sampai bisa menimbulkan kematian

  1. Penyalah gunaan yang berefek halusinasi (menimbulkan rasa berhalusinasi/berkhayal)

-          suka berhayal

-          Tidak punya gambaran ruang dan waktu

-          Bila overdosis menyebabkan kematian.

Komplikasi dari penyalahgunaan zat:

Selain gangguan otak, dapat menyebabkan gangguan hati, usus, seks, kelainan bayi (bila hamil), dan resiko kena kanker.

Pencegahan

  1. Ketahuilah bahwa obat tersebut sangat berbahaya dan jangan sekali-kali mencoba.
  2. Bina hubungan yang harmonis dengan orang tua sehingga perilaku kita lebih terkontrol.
  3. Katakan tidak bila ada yang menawari.
  4. Konsultasilah kepada petugas kesehatan bila anad memiliki masalah kesehatan termasuk gangguan pikiran.

Pengobatan pasien yang mengalami ketergantungan obat tergantung dari tingkat keparahan atau berat-ringan tingakat ketergantungan. Penyembuhannya memerlukan waktu yang relatif lama dan membutuhkan biaya yang yang besar.

B. Tanggung jawab perawat

Tanggung jawap perawat meliputi :

  1. Memberikan pelayanan secara langsung kepada individu, keluarga dan masyarakat
  2. Mendukomentasikan asuhan keperawatan yang telah dilakukan
  3. Menentukan frekwensi dan lama perawatan
  4. Sebagai penasehat dan pelindung bagi klien.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: