jump to navigation

Asuhan keperawatan Leukimia 26 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Interna.
Tags: , , , , , , ,
trackback

A. Pengertian

Leukemia adalah proliferasi sel patologis dari sel pembuat darah uang bersifat sistemik ( IKA, FKUI, 1991 )

Leukemia adalah penyakit keganasan dari bone marrow dan sistem limfatik ( Wong 1995 )

  1. KLASIFIKASI

Berdasarkan morfologi , dibagi dalam 3 golongan besar sesuai dengan sistem hemopoetik sumsum tulang, yaitu :

  1. leukemia sistem eritropoetik ; miolisis eritemika atau penyakit di Guglielmo
  2. leukemia sistem granulotik ; leukemia granulositik atau myelositik
  3. leukemia sistem trombopoetik ; leukemia megakariositik
  4. leukemia sistem limfopoetik ; leukemia limfositik
  5. leikemia RES ; leukemia monositik , leukemia plasmositik ( penyakit kohler )

Mungkin juga ditemukan proliferasi campuran seperti eritroleukemia yang merupakan leukemia sistem granulopoetik dan eritropoetik.

Berdasarkan perjalanan penyakit dikenal leokemia akut dan menahun yang didasarkan pada level kematangan sel dan berhubungan dengan perjalanan penyakit.

Pada anak – anak diketahui 2 bentuk umum yaitu :

  • Acut Limfoid Leukemia ( ALL )

Disebut juga akut limphatik , limphositik , limphoblastik dan limphoblastoid leukemia. Kadang dikenal juga dengan sel batang atau cell blast leukemia

  • Acut Myelogenus Leukemia ( AML )
  1. GEJALA KLINIS
  • Akibat kegagalan / kerusakan sumsum tulang

Anemia , pucat , mudah lelah , kadang sesak nafas , leukopenia , infeksi lokal/umum dengan gejala panas dan penurunan keadaan umum.

Trombositopenia : perdarahan kulit , mukosa dan tempat lain

  • Akibat infiltrasi ke organ lain

Nyeri tulang , pembesaran kelenjar getah bening superficial , hepatosplenomegali , gejala lain seperti kejang dan koma.

  1. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Hasil pemeriksaan laboratorium mungkin didapatkan :

  • Hb dan jumlah eritrosit menurun
  • Jumlah leukosit dapat meningkat , menetap dan menurun
  • Jumlah trombosit menurun bahkan sangat sedikit
  • Hapusan darah : normokrom , normositer , hampair selalu ditemui blastosit abnormal

Dapat juga dilakukan pemeriksaan eritogenetik yang dapat dilhat dari kelainan

  • Kelainan jumlah kromosom seperti diploid , haploid dan hiperploid
  • Kariotip yang pseudodiploid pada kasus dengan kromosom yang diploid
  • Bertambahnya atau hilangnya bagian kromosom ( partial defletion )
  • Terdapatnya masker kromosom yaitu elemen yang secara morfologis merupakan kromosom normal , dari bentuk yang sangat besar sampai bentuk yang sangat kecil
  1. PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan pada klien dengan leukemia , didasarkan pada perbaikan keadaan umum

¨       Anemia : tranfusi sel darah merah sehat ( PRC ) 10 ml / KgBB dosis sampai Hb 12 gr / dl

¨       Infeksi sekunder : antibiotik spektrum luas / dosis tinggi

¨       Perbaikan status gizi

Pemilihan obat ditujukan terhadap pencegahan kambuh dan mendapatkan masa remisi yang lebih panjang , dengan menggunakan prinsip :

  1. induksi
  2. terapi profilaksis SSP
  3. maintenance dan intensifikasi ( penyembuhan )
  4. Reinduksi setelah kambuh
  5. Bone Marrow Transplantation / transplantasi sumsum tulang
  6. PROGNOSIS

Mayoritas anak dengan leukemia baru yang menerima multiagen efektif kemoterapi akan bertahan hidup. Hal ini bergantung dari hitungan sel darah putih awal dan umur pasien saat diagnosis , menurut tipe histologi dan penyakit , serta jenis kelamin anak

Faktor prognosa yang mendukung ALL

Faktor Kriteria
Hitung leukosit

Umur

Sub tipe imunologik

Mrfologi FAB

Sitogenik

 

Sex

Ras

Leukemia sel burden

100.000 / mm3

  • 2 tahun dan < 10 tahun

CALLA , sebelum    sel

L1

Hiperdiploid ( + 50 kromosom , DNA index L 16 ); tidak ada translokasi

Perempuan

Putih

Minimal

 

Pertimbangan keperawatan

Pelayanan keperawatan anak dengan leukemia berhubungan langsung dengan penatalaksanaan terapi. Komplikasi sekunder yangmemaksa perawatan fisik pendukung disebabkan oleh myelosupresi , keracunan obat dan infiltrasi leukemia.

Intervensi supuratif merupakan fokus untuk anak dengan leukemia dan keluarganya ;

  • menyiapkan keluarga untuk diagnostik dan prosedur terapi
  • support emosi yang terus menerus

ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN

  1. Riwayat penyakit

Perjalanan penyakit  ( lama , karakteristik ) , pengobatan sebelumnya , infeksi belum lama ini , penyakit waktu kecil , riwayat imunisasi

  1. pemeriksaan fisik

–          tanda anemia ( pucat , kelelahan , tachipnea , dyspnea )

–          leukopenia ( panas , infeksi )

–          trombositopenia ( ptechie , purpura , memar , perdarahan mukosa membran )

–          invasi ekstemedula ( limfadenopati , hepatomegali , splenomegali )

–          pembesaran testis

–          ginjal ( hematuria ,hipertensi , gagal ginjal )

–          gastrointestinal ( ulserasi mulut , monilia mulut , hiperthropi gusi , inflamasi perirektal )

–          keterlibatan tulang dan sendi

–          keterlibatan sistem respirasi

–          nyeri

  1. Psikososial

Tingkat perkembangan , mekanisme koping , kebiasaan ( kenyamanan anak , rutinitas , makan /tidur ) , kemampuan untuk menerimainformasi diagnosa.

  1. Pengetahuan klien dan keluarga

Pengalaman belum lama ini dengan kanker / leukemia / kemoterapi / kematian , komponen darah dan fumgsinya , tranfusi , tingkat pengetahuan , ketidaksiapan dan ketidakmampuanuntuk belajar

  1. Perawatan

Tujuan perawatan jangka pangka panjang

Anaka akan patuh dalam penatalaksanaan pengobatan , ketidaknyamanan , pembatasan gerak , penyelesaian tugas perkembangan.

Diagnosa perawatan

  1. resiko infeksi berhubungan dengan penyakit dan imunosupresan

rasional ; biasanya jumlah sel darah putih yang berproliferasi di tubuh selama proses leukemia tidak memberikan perlawanan terhadap infeksi dan pada waktu yang sama penurunan yang drastis dari komponen darah normal.

Penatalaksanaan kemoterapi dan radiasi selanjutnya mengurangi kemampuan bone marrow untuk memproduksi komponen darah yang di butuhkan.

Tujuan ;

Anak terhindar dari infeksi , anak dan orang tua dapat melakuakn tindakan mencegah infeksi

Intervensi:

  1. monitor jumlah sel darah putih , penurunan sebagai indikasi terbesar resiko infeksi
  2. isolasi anak dari orang dengan penyakit infeksi
  3. pertahankan kebersihan dari yang baik , pastikan anak mencuci tangan setelah BAB/ BAK
  4. monitor TTV dan tanda infeksi , sedikitnya tiap 4 jam sekali
  5. hindarkan pengukuran suhu per rektal , pemberian suppositoria atau huknah , kerusakan mukosa menignkatkan pertumbuhan bakteri

Kriteria evaluasi :

–          Anak dan keluarga dapat mengambil tindakan untuk mencegah infeksi

–          TTV anak dalam batas normal

–          Anak bebas dari infeksi jalan nafas

  1. resiko injury ( perdarahan ) berhubungan dengan perubahan koagulasi

rasional ; platelet terdesak oleh proliferasi sel darah putih sehingga anak beresiko untuk terjadi perdarahan.

Tujuan ;

Anak termonitor adanya tanda perdarahan , dilindungi dari perdarahan :

Intervensi :

  1. observasi kulit dan membran mukosa tiap hari untuk mengetahui tanda perdarahan
  2. laporkan jika ada tanda dan gejala perdarahan ) penurunan tekanan darah , tachicardia , pucat , berkeringat , peningkatan cemas )
  3. periksa urine dan gumpalan darah  yang nyata dari perdarahan , tes darah , urine dan adanya gumpalan. Hindarkan periksaan suhu dan pengobatan perrektal
  4. gunakan jarum ukuran kecil untuk penyuntikan
  5. gunakan siakt gigi lembut untuk mencegah perdarahan gusi
  6. monitor gejala CNS ( sakit kepala pandangan kabur ) akibat dari perdarahan intrakranial
  7. hindarkan anak dari permainan/ benda tajam
  8. berikan bantal di sisi tempat tidur untukmenghidari trauma

Kriteria evaluasi :

–          Anak terhindar dari memar , ptechie dan perdarahan

–          TTV dalam batas normal

–          Terhindar dari pucat berkeringat dan peningkatan cemas

–          Anak dapat beraktifitasdna bermain dengan aman dan tenang

  1. perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan denga kakeksia

rasional : anak dengan leukemia mugkin berkembang ke kakeksia , keadaan umum dan malnutrisi dari penyakit keganasan disebabkan peningkatan metabolisme , anorexia dan perubahan persepsi rasa. Penatalaksanaan dan pengobatan dapat menjadi efektif bila anak berada dalam status nutrisi yang baik.

Tujuan ;

Anak akan adekuat dalam pemasukan makanan dan minuman untuk memelihara dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang normal.

Intervensi

  1. timbang BB tiap minggu
  2. masukkan makanan kesukaan dalam menu , libatkan aanak dan ortu dalam seleksi makanan , buat kesempatan waktu makan spesial untuk anak , sediakan makana dan minuman yang penuh warna untuk merangsang nafsu makanan anak
  3. buat makan pagi yang memungkinkan pemasukan tinggi kalori
  4. tawarkan porsi kecil interval sering , hindarkan makanan iritasi mukosa memnbran
  5. konsultasidengan dokter dan ahli gizi tentang spesfikasi kebutuhan nutrisi anak , diskusikan halini dengan anak dan orang tua
  6. ajarkan / perkuat prinsip dasar nutrisional ( golongan makanan , kebiasaan diet , kebutuhan kaloori )
  7. lengkapi denga suplemen protein diantara makanan
  8. hindarkan makanan yang tidak disukai karena perubahan persepsi rasa
  9. buat tabel intake dan output
  10. buat jadwal makan disekitar kemoterapi , lakukan oral higiene terlebih dahulu sebelum makan , kontrol muntah dengan anti emetik
  11. pertimbangkan pemberian nutrisi perparenteral jika peroral tidak memenuhi

Kriteria evaluasi ;

–          Warna kulit dan turgor baik

–          Menunjukkan BB dan pertumbuhan yang normal pada usianya

–          Output urine normal dengan BJ < 1,020

  1. *inefektif koping individu  / keluarga berhubungan dengan diagnosis , perubahan gambaran diri , dan fungsi peran , hospitalisasi , pengobatan dan ketakutan akan kematian

*gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan peran

berduka berhubungan dengan aktual / potensial kehilangan

rasional : kanker adalah penyakit yang banyak perubahan dan ketakutan  baik takut akan akan kematian ataupun takut akan efek pengobatan.

Tujuan  ;

Anak / keluarga akan mengekspresikan perasannya atau ketakutan akan proses penyakit dan kemugnkinan kematian. Anak akan beradaptasi dengan perubahan gambaran diri , efek samping dari pengobatan.

Intervensi  ;

  1. tentukan tingkat dan respon berduka anak / keluarga , dukung dan beri semangat respon adaptif , bantu merubah respon maladaptif
  2. dukung pengkajian yang realistik dari kondisi anak
  3. bantu anak mempertahankan gambaran diri yang positif
  4. dukung kebutuhan anak dalam penyesuaian diri untuk berubah
  5. anjurkan orangtua memberikan waktu perawatan lebih banyak
  6. jelaskan tentang manfaat pengobatan dan efek sampingnya
  7. beri kesempatan anak untuk mengekspresikan perasaannya
  8. anjurkan anak bermain ,menggambar untuk mengatasi ketakutan
  9. terangkan tentang semua pengobatan anak sesuai dengan tingkat usia , anjurkan anak bertanya tentang pengobatan
  10. terangkan maksud dukungan kelompok , hubungi sumber komunitas yang ada.

Kriteria evaluasi ;

–          Dapat beradaptasi dengan perubahan dalam tubuh

–          Mengembangkan koping mekanisme yang adaptif

–          Mengekspresikan ketakutandan perhatian dengan staf dan orang tua.

  1. defisit knowledge tentang diagnosa , pengobatan dan perawatan lanjutan

rasional : leukemia adalah penyakit yang sangat kompleksdengan banyaknya pengobatan dan efek sampingnya dimana orangtua harus tahu dalam mematuhi perintah dan dapat memberitahu dokter jika ada masalah.

Tujuan :

Anak / orangtua akan tahu tentang proses penyakit , penatalaksanaan , pengobatan dan efeksamping pengobatan.

Interensi :

  1. rencanakan pertemuan pendek denga anak dan orangtua
  2. beri penjelasan secara verbal / tertulis tentang infeksi , perdarahan , diet dan kemoterapi
  3. ajarkan tindakan untuk mencegah infeksi
  4. ajarkan anak / orangtua untuk bagaimana menghindari injury
  5. ulangi penjelasan tentang tindakan , dosis obat dan pengaturan jadwal
  6. tunjukkan / jelaskan perawatan dirumah yang dibutuhkan.

Kriteria evaluasi:

–          Menguraikan hal yang dapat mempengaruhi infeksi , mencatat tanda dan gejala infeksi.

–          Mencatat hal untuk mencegah injury

–          Mengetahui tanda infeksi dan memberitahukannya pada dokter / petugas kesehatan

–          Mengikuti aturan diet

–          Mendaftar pengobatan, waktu , dosis dan efek samping yang mungkin

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: