jump to navigation

Asuhan Keperawatan (ASKEP) Apendiktomi 10 November 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

A.  Konsep Dasar

1.    Pengertian

Appendiks adalah ujung seperti jari-jari yang kecil panjangnya kira-kira 10 cm (4 inchi), melekat pada sekum tepat di bawah katup ileosekal (Smeltzer, Suzanne, C., 2001).

Appendisitis adalah peradangan dari appendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Penyakit ini dapat mengenai semua umur baik laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih sering menyerang laki-laki berusia antara 10 sampai 30 tahun (Mansjoer, 2000).

(lebih…)

Tanya Jawab Hemothorak 1 November 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

  1. Bagaimana proses terjadinya hemothorak?jelaskan scara singkat

Jawab : hemothorax adl adanya darah yang masuk dalm rongga thorak,kebanyakan hal ini terjadi karena trauma yg menyebabkan ruda paksa,dmn krn ruda paksa yg mengenai thorak kn menyebabkan terjadinya robekan PD di intercostal, PD jar. Paru2, shg terjadi perdarahan didaerah jaringan interstitium, intraalvoeler diikuti kolaps kapiler kecil2 yang menyebabkan atelektasis paru.

2. Mengapa bisa terjadi anemia?

Jawab : sudah jelas bahwa hemothorak itu adanya darah dlm thorak, biasanya krn trauma.Apabila perdarahan tsb terus menerus & tdk cpat mendpat penanganan yg tepat, maka aliran darah ke paru2 menurun, tekanan perifer paru meningkat, kebutuhan dalam paru2 meningkat namun tdk dapat dipenuhi secara optimal. Di dlam darah banyak komponen yg berperan salah satunya Hb, jika perdarahan terus menerus, HB kn ikut keluar bersama darah2 tsb, shgg komponen Hb menurun èanemia

3. Apakh bisa terjadi komplikasi?

Jawab : bisa, slah 1 contohnya Pneumothorak ( adanya udara di dalam rongga pleura ), hal ini terjadi apabila trauma mengenai rongga pleura, tekanan intrapleural negatif shg udara bisa masuk bebas yg menyebabkan paru2 kolaps

4. Knp bisa terjadi nadi cepat / lemah?

Jawab : nadi cpat / lemah itu merupakan tanda usaha jantung yg bekerja untuk memenuhi kebutuhan darah di paru2, apabila perdarahan dlm jmlh banyak secara otomatis kebutuhan O2 darah juga banyak, maka jantung kn memompa darah dengan cpt shgga nadi cepat. Nadi lemah itu terjadi apabila kebutuhan darah diparu2 sangat banyak tapi kerja jantung menurun krn mengalami g3uan penurunan curah jantung.

5. Kapan seseorang itu diperlukan pemasangan selang dada pada kasus hemothorak?

Jawab : selang dada digunakan sebagai drain untuk udara / cairan, biasanya dilakukan hemothorak sedang ( darah 300-800 cc yang keluar ), krn dlm keadaan tsb tekanan pleura meningkat terus mendesak paru2 yang menyebabkan pertukaran gas berkurang èsesak napas yg progresif

6. Mengapa mengambil dx keperawatn yg utama ketidak efektifan pola napas bukan pertukaran gas?

Jawab : keidak efektifan pola nafas adalah keadaan ketika seseorang individu mengalami kehilangan ventilasi yang aktual atau potensial yang berhubungan dengan perubahan pola bernafas. Disini sudah jelas bahwa hemotorak mengenai organ pernafasan yaitu paru2, dmn paru2 mengalami penurunan ekspansi, saat bernafas paru2 tdk bekerja secara optimal,secara otomatis untuk memnuhi kebutuhan udara kerja paru2 meningkat. Pertukaran gas adl keadaan ketika seorang individu mengalami penurunan jalannya gas ( O2 dan CO2 ) yang aktual ( atau dapat mengalami potensial ) antara alveoli paru2 pada sistem vaskulaer jd bukan oragannya yang mengalami g3uan.

7. Apakah ada komplikasi pada pemasangan selang dada?

Jawab : ada, slah satunya Tension Pneumothorak, itu terjadi karena sumbatan pada selang dada. Dalam pemasangan selang tsb harus benar2 diperhatikan keluarnya darah / udara yang keluar dari thorak, pada umumnya stelah operasi dlm 24 jam pertama perdarah mencapai 500-800 cc, jika perdarahan dlm 1 jm melebihi 3cc/kg/jam, maka harus dilakukan Torakotomi.

8. Kapan pemasangan selang tsb dinyatakan berhasil?

Jawab : apabila

a. Paru sudah mengembang penuh pada pemeriksaan fisik dan radiologi

b. Darah cairan tidak keluar dari WSD / Bullow drainage.

c. Tidak ada darah/pus/udara dari selang WSD

9. Intervensi keperawatan yg utama pada Dx utama apa saja?

Jawab :

Identifikasi etiologi /factor pencetus, contoh kolaps spontan, trauma, infeksi, komplikasi ventilasi mekanik.  Evaluasi fungsi pernapasan, catat kecepatan/pernapasan serak, dispnea, terjadinya sianosis,   perubahan tanda vital. Awasi kesesuaian pola pernapasan bila menggunakan ventilasi mekanik dan catat perubahan   tekanan udara. Auskultasi bunyi napas. Catat pengembangan dada dan posisi trahea. Kaji fremitus. Kaji adanya area nyeri tekan bila batuk, napas dalam. Pertahankan posisi nyaman (peninggian kepala tempat tidur).

10. Jelaskan mengapa bisa terjadi sianosis pada hemotorak?

Jawab : sianosis ( warna kebiruan pada jaringan kulit ) adalah kadar O2 dijaringan yg menurun, dmn kasus ini sudah jelas bahwa hemothorak adalah keluarnya darah dlm rongga thorak, dmn dlm darah banyak terdapat komponen2 spt Hb dan O2,jika terjadi perdarahan terus menerus makan darah banyak yg keluar & O2 pun juga banyak yg ikut keluar, ditambah lagi organ pernafasannya yg kerjanya tidak optimal untuk memenuhi, hal ini bisa menyebabkan sianosis pada jaringan kulit.

ASUHAN KEPERAWATAN VESIKOLITHIASIS 15 Maret 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

  1. Pengertian

Batu perkemihan dapat timbul pada berbagai tingkat dari sistem perkemihan (ginjal, ureter, kandung kemih), tetapi yang paling sering ditemukan ada di dalam ginjal (Long, 1996:322).

(lebih…)

Asuhan Keperawatan Hidrosefalus 27 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
add a comment

DEFINISI

Hidrosefalus adalah akumulasi CSS dalam ventrikel serebral , ruang subarachnoid atau ruang subdural ( Suradi , 2001).

Suatu keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya CSS dengan atau pernah dengan TIK yang meninggi , sehingga terdapat pelebaran ruang tempat mengalirnya CSS ( Ngastiyah , 1997 ).

Hidrosefalus dicirikan dengan peningkatan abnormal volume CSS didalam rongga intrakranial dan pembesaran kepala pada masa bayi. Tekanan akibat volume yang meningkat dapat merusak jaringan otak.
(lebih…)

ASUHAN KEPERAWATAN MENINGITIS 23 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Defenisi

Meningitis adalah radang dari selaput otak (arachnoid dan piamater). Bakteri dan virus merupakan penyebab utama dari meningitis.

Patofisiologi

Otak dilapisi oleh tiga lapisan, yaitu : duramater, arachnoid, dan piamater. Cairan otak dihasilkan di dalam pleksus choroid ventrikel bergerak / mengalir melalui sub arachnoid dalam sistem ventrikuler dan seluruh otak dan sumsum tulang belakang, direabsorbsi melalui villi arachnoid yang berstruktur seperti jari-jari di dalam lapisan subarachnoid.

(lebih…)

Kista Periapikal 19 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Definisi

Kista adalah rongga patologis yang biasanya berdinding jaringan ikat dan berisi cairan kental atau semi likuid, dapat berada dalam jaringan lunak ataupun keras seperti tulang. Rongga kista di dalam rongga mulut selalu dibatasi epitel.

Kista periapikal adalah kista yang terbentuk pada ujung apeks (akar) gigi yang jaringan pulpanya sudah nonvital/mati. Kista ini merupakan lanjutan dari pulpitis (peradangan pulpa). Dapat terjadi di ujung gigi manapun, dan dapat terjadi pada semua umur. Ukurannya berkisar antara 0.5-2 cm, tapi bisa juga lebih. Bila kista mencapai ukuran diameter yang besar, ia dapat menyebabkan wajah menjadi tidak simetri karena adanya benjolan dan bahkan dapat menyebabkan parestesi () karena tertekannya syaraf oleh kista tersebut.

(lebih…)

FRAKTUR TERBUKA FIBULA (ASKEP) 14 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
add a comment

https://indokeperawatan.wordpress.com/?p=234

A.  Pengertian

Menurut Bare and Smeltzer (2001 : 2357) fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Menurut Price and Wilson (1995 : 183) fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik.

Menurut Doengoes (2000 : 761) fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang yang dapat diklasifikasikan lebih dari seratus lima puluh faktur dan lima yang utama adalah sebagai berikut :

(lebih…)

FRAKTUR FEMUR (Askep) 14 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
add a comment

https://indokeperawatan.wordpress.com/

A.  Pengertian

Menurut Bare and Smeltzer (2001 : 2357) fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Menurut Price and Wilson (1995 : 183) fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik.

Menurut Doengoes (2000 : 761) fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang yang dapat diklasifikasikan lebih dari seratus lima puluh faktur dan lima yang utama adalah sebagai berikut :

(lebih…)

TUMOR GASTER (ASKEP) 14 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Interna, Keperawatan Medikal Bedah.
1 comment so far

Pengertian

Tumor gaster terdiri atas tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak dibagi atas tumor jinak epitel (benigna epithelial tumor) dan tumor jinak non epitel. Neoplasma jaringan ikat yang banyak ditemukan adalah tumor otot polos. Perangai tumor ini sulit diramalkan, dan sulit dibedakan antara tumor ganas dan jinak berdasarkan kriteria histologis. Salah satu gambaran yang mengarah ke jinak ialah ukurannya yang kecil, berkapsul, aktivitas mitolik yang rendah dan tidak ditemukan nekrosis (Underwood, 2000 : 439). Sedangkan menurut Sjamsuhidayat (2005 : 555) tumor jinak yang tersering ditemukan adalah polip dan leiomioma yang dapat membentuk adenomatosa hiperplastik, atau fibroid. Leiomioma yang merupakan tumor jinak otot polos lambung tidak bersimpai sehingga sulit dibedakan dari bentuk yang ganas (leiomiosarkoma) gambaran klinis dapat terjadi pada semua kelompok umur dan umumnya tumor ini tidak memberikan gejala klinis, kalaupun ada hanya berupa nyeri yang tidak sembuh dengan antasid. Pemeriksaan fisik tidak menemukan sesuatu kelainan, bila ditemukan kelainan perlu dipikirkan adanya karsinoma.

(lebih…)

GAGAL GINJAL KRONIK 14 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Interna, Keperawatan Medikal Bedah.
add a comment

A.  Pengertian

Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal yang bersifat persisten dan irreversibel (Mansjoer, 2001).

Gagal ginjal kronik adalah penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel di mana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen dan dalam darah) (Smeltzer Suzzane, 2001).

Gangguan fungsi ginjal adalah penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan ringan dan ditegakkan bila konsentrasi ureum plasma meningkat. Uremia adalah sindrom akibat gagal ginjal yang berat gagal ginjal terminal adalah ketidakmampuan renal berfungsi dengan adekuat untuk keperluan tubuh (harus dibantu dialisis atau transplantasi) (Mansjoer, 2001).

(lebih…)