jump to navigation

DASAR-DASAR ELEKTROKARDIOGRAFI 23 Juni 2011

Posted by indokeperawatan in REFERENCES.
add a comment

I.      Sistem Konduksi Jantung

Pada umumnya sel otot jantung  mendapat stimulus dari luar, akan menjawab dengan timbulnya potensial aksi, yang disertai dengan kontraksi, kemudian repolarisasi yang disertai dengan relaksasi.

Potensial aksi dari satu sel otot jantung diteruskan ke sel otot jantung sekitarnya sehingga sel-sel otot jantung disekitarnya akan mengalami juga proses eksitasi-kontraksi-relaksasi. Penerusan dari peristiwa listrik ini disebut konduksi.

Sel otot jantung punya sifat otomatisitas. Sel-sel ini terkumpul dalam suatu sistem yang disebut sistem kunduksi jantung, yang terdiri dari :

1.      Simpul Sino-Atrial (Nodus Sinus, Sinus)

Simpul ini mempunyai sifat otomatisitas tertinggi dalam sitem konduksi jantung

2.      Sistem Konduksi Intra-Atrial

Terdiri dari 3 jalur internodal yang menghubungkan simpul sino-atrial dan simpul atrio-ventrikuler, serta jalur Bachman yang menghubungkan atriun kanan dan kiri.

3.      Simpul Atrio-Ventrikuler (Nodus Atrio-Ventrikuler, Nodus)

Terletak di bagian bawah dari atrium kanan, antara sinus koronarius dan daun trikuspid bagian septal

4.      Berkas His

Berkas pendek merupakan kelanjutan dari simpul atrio-ventrikuler. Simpul atrio-ventrikuler bersama berkas his disebut penghubung-atrio-ventrikuler, disingkat penghubung.

5.      Cabang Berkas

Terdiri dari 2 yaitu; cabang berkas kiri dan cabang berkas kanan.

6.      Fasikel

Cabang berkas kiri mempunyai cabang 2 bagian; fasikel kiri anterior dan fasikel kiri posterior

7.      Serabut Purkinje

Bagian terakhir dari sistem konduksi yang merupakan anyaman halus dan berhubungan erat dengan sel-sel otot jantung.

Otomatisitas dan Ritmisitas Pada Sistem Konduksi Jantung

Semua sel-sel otot jantung mempunyai sifat Otomatisitas, yaitu dapat menimbulkan potensial aksi sendiri tanpa adanya stimulus dari luar. Dan ini timbul secara ritmis sehingga dapat dikatakan semua sel dalam sistem konduksi mempunyai sifat ritmisitas.

Masing-masing bagian dari sistem konduksi jantung mempunyai frekwensi ritmisitas sendiri-sendiri. Fisiologis : Simpul sinus mempunyai otomatisitas dan ritmisitas tertinggi, serabut Purkinje yang terendah. Otomatisitas dan ritmisitas sitem konduksi jantung dipengaruhi sistem saraf simpatik dan parasimpatik (lebih…)

Iklan

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) 22 Juni 2011

Posted by indokeperawatan in REFERENCES.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

 

Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan bagian dari pengelolaan kegawatdaruratan medik.

  1. TUJUAN BHD
  1. Mencegah berhentinya respirasi atau berhentinya sirkulasi.
  2. Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari pasien yang mengalami henti jantung atau henti nafas melalui resusitasi jantung paru ( RJP ).

(lebih…)

CARA MENENTUKAN BERAT BADAN SESEORANG 22 Juni 2011

Posted by indokeperawatan in REFERENCES.
add a comment

 (Apabila tidak dapat dilakukan penimbangan BB, hanya diketahui tinggi badan)

BANGUN TUBUH

LAKI – LAKI

PEREMPUAN

SEDANG

48 Kg untuk 152 Cm pertama, selanjutnya tambahkan 2,7 Kg untuk kenaikan 2,5 Cm

45,5 untuk 152 Cm pertama, selanjutnya tambahkan 2,3 Kg untuk kenaikan 2,5 Cm

KECIL

Kurangi 10 %

Kurangi 10 %

BESAR

Tambahkan 10 %

Tambahkan 10 %

 

Contoh soal :

Pasien laki – laki dewasa dengan TB = 160 Cm

Berapa estimasi berat badan pasien ?

Jawaban :

BANGUN TUBUH SEDANG

Diketahui = 152 Cm  ————–à  48 Kg

                        160 Cm – 152 Cm = 8 Cm : 2,5 Cm  = 3,2 x 2,7 Kg

                                                                                     = 8,64 Kg  + 48 Kg

                                                                                    = 56, 64 Kg

 

BANGUN TUBUH KECIL   –  10% ————à 56,64  – 10 % = 46,64 Kg

 

BANGUN TUBUH BESAR  +  10% ————à 56,64  + 10 % = 66,64 Kg

 

LITERATUR :

BUKU FUNDAMENTAL OF NURSING JILID II

BUKU APLIKASI DAN TEORI PROSES KEPERAWATAN ‘’ NIKMATURROHMAH , A.per.pen. S.Kep. Ns ‘’

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) 15 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in REFERENCES.
add a comment

A. Apa itu SADARI?
SADARI merupakan pemeriksaan payudara sendiri secara manual. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk membantu wanita melakukan deteksi dini adanya kelainan pada payudara (Suddarth & Brunner, 2003).
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pemeriksaan payudara setiap wanita. Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan setiap 1 bulan sekali dan dapat menjadi instrumen penapisan yang efektif untuk mengetahui lesi payudara (Varney, 2007).
Sedangkan menurut Smeltzer (2005) SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri antara hari ke – 5 dan ke – 10 dari siklus menstruasi, dengan menghitung hari pertama haid sebagai hari 1. Dan menurut Maulani (2009), Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah bagian penting dari perawatan kesehatan, yang dapat melindungi anda dari resiko kanker payudara.
Deteksi dini kanker payudara adalah program pemeriksaan untuk mengenali kanker payudara sewaktu masih berukuran kecil, dan sebelum kanker tersebut mempunyai kesempatan untuk menyebar (Dixon dan Leonard, 2006). Kanker payudara dapat ditemukan secara dini dengan pemeriksaan SADARI, pemeriksaan klinik dan pemeriksaan mamografi. Deteksi dini dapat menekan angka kematian sebesar 25-30% (Saryono dan Pramitasari, 2009).
B. Indikasi SADARI.
a. Wanita yang telah berusia 20 tahun.
b. Wanita berumur di atas 40 tahun yang tidak mempunyai anak.
c. Wanita yang mempunyai anak pertama pada umur 35 tahun.
d. Wanita yang tidak kawin.
e. Menarche lebih dini (di bawah 10 tahun).
f. Menopause yang lambat.
g. Mengalami trauma pada payudara.
h. Wanita di atas 25 tahun yang keluarganya pernah menderita kanker payudara.
i. Tidak menyusui.
j. Pernah operasi payudara atau alat reproduksinya.
k. Pernah mendapat obat hormonal yang lama.
l. Cenderung kelebihan berat badan.
C. Langkah-langkah SADARI.
SADARI meliputi :
a. Langkah 1

• Berdirilah di depan cermin
• Periksa payudara terhadap segala sesuatu yang tidak lazim
• Perhatikan adanya rabas dari puting payudara, keriput, dimpling atau kulit mengelupas.
b. Langkah 2

Dua langkah berikut ini dilakukan untuk memeriksa segala perubahan dalam kontur payudara. Ketika melakukannya, diharapkan anda harus mampu untuk merasakan otot-otot anda yang terasa menegang.
• Perhatikan dengan baik di depan cermin ketika anda melipat tangan di belakang kepala anda dan menekan tangan anda ke arah depan.
• Perhatikan setiap perubahan kontur dari payudara anda.

c. Langkah 3

• Selanjutnya tekan tangan anda dengan kuat pada pinggang anda dan agak membungkuk ke arah cermin sambil menarik bahu anda dan siku anda ke arah depan.
• Perhatikan setiap perubahan kontur payudara anda
d. Langkah 4

Beberapa wanita melakukan bagian pemeriksaan berikut ketika sedang mandi dengan shower. Jari – jari anda akan meluncur dengan mudah di atas kulit yang bersabun, sehingga anda dapat berkonsentrasi dan merasakan terhadap setiap perubahan di dalam payudara.
• Angkat tangan kiri anda.
• Gunakan 3 atau 4 jari tangan kanan anda untuk meraba payudara kiri anda dengan kuat, hati – hati dan menyeluruh.
• Mulailah pada tepi terluar, tekan bagian datar dari tangan anda dalam lingkaran kecil, bergerak melingkar dengan lambat di sekitar payudara.
• Secara bertahap lakukan ke arah puting susu.
• Pastikanlah untuk melakukannya pada seluruh payudara
• Beri perhatian khusus pada area di antara payudara dan di bawah lengan termasuk bagian di bawah lengan itu sendiri.
• Rasakan adanya benjolan atau massa yang tidak lazim di bawah kulit.
e. Langkah 5

  • Dengan perlahan remas puting susu dan perhatikan terhadap adanya rabas.
  • Jika anda mengeluarkan rabas dari puting susu selama sebulan – yang terjadi ketika anda sedang atau tidak melakukan SADARI, maka segeralah temui dokter anda.
  • Ulangi pemeriksaan pada payudara kanan anda.

f. Langkah 6
• Langkah 4 dan 5 harus diulangi dalam posisi berbaring.
• Berbaringlah mendatar terlentang dengan lengan kiri anda di bawah kepala anda dan sebuah bantal atau handuk yang dilipat di bawah bahu kiri anda (posisi ini akan mendatarkan payudara anda dan memudahkan anda untuk memeriksanya).
• Gunakan gerakan sirkuler yang sama seperti yang diuraikan di atas.
• Ulangi pada payudara kanan anda (Suddarth & Brunner, 2003).

ANATOMI SISTEM PENCERNAAN 14 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in REFERENCES.
add a comment

Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan (alimentar) yaitu tubamuskular panjang yang merentang dari mulut sampai anus dan organ-organ aksesoris seperti gigi, lidah, kelenjar saliva, hati, kandung empedu, dan pankreas (Sloane, 2004 : 281). Menurut Brunner and Suddarth (2002 : 984) saluran gastrointestinal adalah jalur (panjang totalnya 23 sampai 26 kaki) yang berjalan dari mulut melalui esofagus. Lambung dan usus sampai anus. Organ saluran cerna (gastrointestinal) adalah membentuk suatu lumen kontinyu yang berawal di mulut dan berakhir di anus, fungsi utama saluran cerna adalah mencerna makanan dan menyerap cairan dan zat gizi yang diperlukan untuk energi dan sebagai bahan dasar (building bloks) untuk pertumbuhan (Alpers, 2006 : 1099).

(lebih…)

ANATOMI SISTEM KARDIOVASKULER 10 Februari 2011

Posted by indokeperawatan in REFERENCES.
add a comment

https://indokeperawatan.wordpress.com

A. Anatomi Fisiologi

Sistem kardiovaskuler terdiri dari  3 bagian yang saling mempengaruhi yaitu jantung, pembuluh darah, dan darah (Depkes, 1993 : 3)

(lebih…)