jump to navigation

Asuhan Keperawatan (ASKEP) Apendiktomi 10 November 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

A.  Konsep Dasar

1.    Pengertian

Appendiks adalah ujung seperti jari-jari yang kecil panjangnya kira-kira 10 cm (4 inchi), melekat pada sekum tepat di bawah katup ileosekal (Smeltzer, Suzanne, C., 2001).

Appendisitis adalah peradangan dari appendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Penyakit ini dapat mengenai semua umur baik laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih sering menyerang laki-laki berusia antara 10 sampai 30 tahun (Mansjoer, 2000).

(lebih…)

Mengatasi Cinta Dunia 10 November 2011

Posted by indokeperawatan in Kisah/Cerita.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Hikam:

Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang penuh dengan tipuan belaka, dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk.

Para sahabat bertanya: “Apakah saat itu jumlah kami sedikit?” Rasulullah bersabda: “Tidak bahkan pada saat itu jumlah kamu amat sangat banyak, tetapi seperti air buih didalam air bah karena kamu tertimpa penyakit wahn.” Sahabat bertanya: “Apakah penyakit wahn itu ya Rasulullah?” Rasulullah bersabda: “Penyakit wahn itu adalah kecintaan yang amat sangat kepada dunia dan takut akan kematian. Cinta dunia merupakan sumber utama segala kesalahan.”
(lebih…)

KISAH 2 EKOR KODOK 10 November 2011

Posted by indokeperawatan in Kisah/Cerita.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati.

Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.
(lebih…)

KISAH SESENDOK MADU 10 November 2011

Posted by indokeperawatan in Kisah/Cerita.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warganya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncak bukit ditengah kota. Seluruh warga kota pun memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.

(lebih…)

Siapa yang Lebih Buruk ? 6 November 2011

Posted by indokeperawatan in Kisah/Cerita.
Tags: , , , , , , ,
1 comment so far

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. “Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus “, kata Kyai. “Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?” “Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari “. Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

(lebih…)

ASKEP MENARIK DIRI 4 November 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Jiwa.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

A.PENGERTIAN

Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain,
menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins,1993). Menurut Townsend, M.C
(1998) Menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang menemukan
kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain. Sedangkan
menurut Depkes RI (1989) Penarikan diri atau withdrawal merupakan suatu tindakan
melepaskan diri baik perhatian ataupun minatnya terhadap lingkungan sosial secara
langsung yang dapat bersifat sementara atau menetap. Jadi menarik diri adalah
keadaan dimana seseorang menemukan kesulitan dalam membina hubungan dan
menghindari interaksi dengan orang lain secara langsung yang dapat bersifat
sementara atau menetap.
(lebih…)

BAB HEMODIALISA 1 November 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Interna.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

 

Proses dialisis dapat menyebabkan susah buang air besar (sembelit)?
Dalam istilah medis, buang air besar (BAB) dikatakan sulit apabila frekuensinya kurang dari 2X seminggu, disebut juga konstipasi. Penyebabnya dapat berasal dari berbagai keadaan misalnya diet kurang serat, obat-obatan, immobilisasi, abnormalitas struktur saluran cerna, sampai penyakit sistemik (umum) dan usia lanjut. Proses dialisisnya tidak secara langsung menjadi penyebab, tetapi mungkin penyakit gagal ginjal kroniknya yang telah mempengaruhi organ tubuh lain. Bisa juga disebabkan karena diet yang kurang sayur / buah, obat yang dikonsumsi seperti kalsium karbonat, disamping juga jumlah makanan yang dikonsumsi sendiri. Maka untuk mengatasinya cobalah berkonsultasi dengan ahli gizi tim kesehatan yang lain.

Mengapa Tekanan darah selalu tinggi setelah selesai HD?

Hal ini berkaitan dengan fungsi ginjal untuk mengatur tekanan darah, bila tekanan darah turun maka ginjal akan memproduksi renin yang selanjutnya menimbulkan reaksi atau usaha meningkatkan tekanan darah kembali agar kebutuhan tubuh ( yaitu oksigen) tetap terjaga. setelah sekiar jam (4 – 5 jam), cairan banyak keluar dan akibatnya tubuh merasa kekurangan cairan / darah, maka timbullah reaksi diatas. Hal lain yang mungkin terjadi karena saat dialisis, zat atau obat hipertensi ikut terbuang dalam proses dialisis,sehingga dalam hal ini perlu obat tambahan selama dialisis. Maka evaluasi kita sebagai tim kesehatan untuk mencari penyebab tersebut sangatlah penting dan pemberian terapi yang sesuai yang akan diberikan.

Menggigil saat HD, kenapa ya?
Saat proses HD berlangsung ,darah dikeluarkan dari tubuh, lalu masuk ke dalam mesin, kemudian masuk ke tubuh lagi. Ini menyebabkan tubuh berkontak dengan benda asing seperti pipa darah, partikel-partikel kecil bahkan yang sangat kecil dari bahan pembuat pipa dan air pencuci atau dialisat, serta bahan pembersih bila dialiser dipakai ulang. Dalam proses tersebut dapat terjadi sejenis reaksi alergi , yaitu penolakan terhadap benda asing oleh tubuh, sehingga timbulah keluhan menggigil tersebut. Tranfusi darah juga dapat menimbulkan reaksi yang serupa. Reaksi dapat juga timbul pada pemakaian dialiser pertama (baru), oleh karena itu perlu diperiksa faktor2 tersebut dan pemberian obat sesuai penyebabnya
Setelah hemodialisis, tulang bisa keropos, bagaimana cara menghindarinya?

Pada Gagal Ginjal Kronik (GGK) dengan fungsi ginjal kurang dari 30%, bisa mengakibatkan pengeluaran fosfat berkurang, sehingga menumpuk di tubuh penderita dan pembentukan hormon atau vitamin D yang aktif juga berkurang.Kekurangan vitamin D ini selanjutnya akan menyebabkan absorpsi/penyerapan kalsium dari usus berkurang, sehingga kadar ion kalsium di dalam darah juga akan berkurang dan pembentukan tulang (mineralisasi ) menjadi terganggu yang akan menyebabkan tulang menjadi rapuh.Selanjutnya penumpukan fosfat dan kadar kalsium darah yang menjadi rendah, dan akan merangsang kelenjar paratiroid mengeluarkan hormon paratiroidnya, yang akan memicu de-mineralisasi tulang (keluarnya/terkikisnya kalsium dari tulang) sehingga kalsium akan masuk kedalam darah yang kekurangan kalsium. Akibatnya tulang menjadi rapuh.

Berapa nilai Hb yang dianjurkan?

Untuk penderita GGK, diharapkan target Hb adalah antara 11-12 g/dl. Pemeriksaan Hb harus tetap dilakukan 1 bulan sekali, karena bagaimanapun juga kemampuan ginjal untuk menghasilkan hormon erythropoiein sudah berkurang maka harus selalu dimonitor nilainya. Untuk menjaga Hb tersebut, selain menggunakan hormon eritropoeitin (untuk maintenance atau menaikkan Hb), harus pula tetap mengkonsumsi vitamin yang mengandung Fe, asam folat dan B12.

 

Tanya Jawab Hemothorak 1 November 2011

Posted by indokeperawatan in Keperawatan Medikal Bedah.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

  1. Bagaimana proses terjadinya hemothorak?jelaskan scara singkat

Jawab : hemothorax adl adanya darah yang masuk dalm rongga thorak,kebanyakan hal ini terjadi karena trauma yg menyebabkan ruda paksa,dmn krn ruda paksa yg mengenai thorak kn menyebabkan terjadinya robekan PD di intercostal, PD jar. Paru2, shg terjadi perdarahan didaerah jaringan interstitium, intraalvoeler diikuti kolaps kapiler kecil2 yang menyebabkan atelektasis paru.

2. Mengapa bisa terjadi anemia?

Jawab : sudah jelas bahwa hemothorak itu adanya darah dlm thorak, biasanya krn trauma.Apabila perdarahan tsb terus menerus & tdk cpat mendpat penanganan yg tepat, maka aliran darah ke paru2 menurun, tekanan perifer paru meningkat, kebutuhan dalam paru2 meningkat namun tdk dapat dipenuhi secara optimal. Di dlam darah banyak komponen yg berperan salah satunya Hb, jika perdarahan terus menerus, HB kn ikut keluar bersama darah2 tsb, shgg komponen Hb menurun èanemia

3. Apakh bisa terjadi komplikasi?

Jawab : bisa, slah 1 contohnya Pneumothorak ( adanya udara di dalam rongga pleura ), hal ini terjadi apabila trauma mengenai rongga pleura, tekanan intrapleural negatif shg udara bisa masuk bebas yg menyebabkan paru2 kolaps

4. Knp bisa terjadi nadi cepat / lemah?

Jawab : nadi cpat / lemah itu merupakan tanda usaha jantung yg bekerja untuk memenuhi kebutuhan darah di paru2, apabila perdarahan dlm jmlh banyak secara otomatis kebutuhan O2 darah juga banyak, maka jantung kn memompa darah dengan cpt shgga nadi cepat. Nadi lemah itu terjadi apabila kebutuhan darah diparu2 sangat banyak tapi kerja jantung menurun krn mengalami g3uan penurunan curah jantung.

5. Kapan seseorang itu diperlukan pemasangan selang dada pada kasus hemothorak?

Jawab : selang dada digunakan sebagai drain untuk udara / cairan, biasanya dilakukan hemothorak sedang ( darah 300-800 cc yang keluar ), krn dlm keadaan tsb tekanan pleura meningkat terus mendesak paru2 yang menyebabkan pertukaran gas berkurang èsesak napas yg progresif

6. Mengapa mengambil dx keperawatn yg utama ketidak efektifan pola napas bukan pertukaran gas?

Jawab : keidak efektifan pola nafas adalah keadaan ketika seseorang individu mengalami kehilangan ventilasi yang aktual atau potensial yang berhubungan dengan perubahan pola bernafas. Disini sudah jelas bahwa hemotorak mengenai organ pernafasan yaitu paru2, dmn paru2 mengalami penurunan ekspansi, saat bernafas paru2 tdk bekerja secara optimal,secara otomatis untuk memnuhi kebutuhan udara kerja paru2 meningkat. Pertukaran gas adl keadaan ketika seorang individu mengalami penurunan jalannya gas ( O2 dan CO2 ) yang aktual ( atau dapat mengalami potensial ) antara alveoli paru2 pada sistem vaskulaer jd bukan oragannya yang mengalami g3uan.

7. Apakah ada komplikasi pada pemasangan selang dada?

Jawab : ada, slah satunya Tension Pneumothorak, itu terjadi karena sumbatan pada selang dada. Dalam pemasangan selang tsb harus benar2 diperhatikan keluarnya darah / udara yang keluar dari thorak, pada umumnya stelah operasi dlm 24 jam pertama perdarah mencapai 500-800 cc, jika perdarahan dlm 1 jm melebihi 3cc/kg/jam, maka harus dilakukan Torakotomi.

8. Kapan pemasangan selang tsb dinyatakan berhasil?

Jawab : apabila

a. Paru sudah mengembang penuh pada pemeriksaan fisik dan radiologi

b. Darah cairan tidak keluar dari WSD / Bullow drainage.

c. Tidak ada darah/pus/udara dari selang WSD

9. Intervensi keperawatan yg utama pada Dx utama apa saja?

Jawab :

Identifikasi etiologi /factor pencetus, contoh kolaps spontan, trauma, infeksi, komplikasi ventilasi mekanik.  Evaluasi fungsi pernapasan, catat kecepatan/pernapasan serak, dispnea, terjadinya sianosis,   perubahan tanda vital. Awasi kesesuaian pola pernapasan bila menggunakan ventilasi mekanik dan catat perubahan   tekanan udara. Auskultasi bunyi napas. Catat pengembangan dada dan posisi trahea. Kaji fremitus. Kaji adanya area nyeri tekan bila batuk, napas dalam. Pertahankan posisi nyaman (peninggian kepala tempat tidur).

10. Jelaskan mengapa bisa terjadi sianosis pada hemotorak?

Jawab : sianosis ( warna kebiruan pada jaringan kulit ) adalah kadar O2 dijaringan yg menurun, dmn kasus ini sudah jelas bahwa hemothorak adalah keluarnya darah dlm rongga thorak, dmn dlm darah banyak terdapat komponen2 spt Hb dan O2,jika terjadi perdarahan terus menerus makan darah banyak yg keluar & O2 pun juga banyak yg ikut keluar, ditambah lagi organ pernafasannya yg kerjanya tidak optimal untuk memenuhi, hal ini bisa menyebabkan sianosis pada jaringan kulit.